Ajang COMPUTEX 2026 menjadi panggung besar bagi ASUS untuk memamerkan jajaran inovasi terbarunya. Produsen asal Taiwan ini bersiap memukau pengunjung lewat demonstrasi rakitan PC tanpa casing (caseless PC builds), monitor inovatif, hingga komponen kelas berat. Salah satu bintang utama yang paling mencuri perhatian adalah sebuah Power Supply Unit (PSU) berkapasitas masif yang dirancang untuk sistem komputer ekstrem.
Perangkat monster tersebut bernama ROG Thor 3.000W Titanium III Edition 20. Kehadiran PSU ini menjadi bagian dari perayaan hari jadi brand Republic of Gamers (ROG) yang telah setia menemani para gamer sejak tahun 2006. Membawa DNA ROG yang terkenal dengan desain bombastis dan hobi “pamer” performa, produk terbaru ini benar-benar merepresentasikan identitas tersebut.

Sanggup Angkat Empat Kartu Grafis GeForce RTX 5090
ASUS secara resmi mendeskripsikan unit baru ini sebagai kasta tertinggi atau puncak tertinggi dari lini power supply ROG. Spesifikasi dayanya tidak main-main:
- Dukungan Multi-GPU Ekstrem: PSU ini dirancang untuk menyokong rakitan berspesifikasi ATX12V tingkat ekstrem, termasuk konfigurasi komputer gila yang ditenagai hingga empat kartu grafis GeForce RTX 5090 sekaligus.
- Komponen Server-Grade GaN MOSFET: Demi mengalirkan daya sebesar itu dengan aman, ASUS menanamkan komponen GaN MOSFETs kelas server. Teknologi ini diklaim mampu mendongkrak efisiensi daya sekaligus menekan energi yang terbuang sia-sia. Penggunaan material GaN ini juga memungkinkan hantaran daya masif berjalan pada suhu yang jauh lebih rendah dibanding desain PSU tradisional.
Kabel Pintar “ROG Equalizer” dan Penjaga Voltase
Menyalurkan daya raksasa membutuhkan sistem manajemen kabel dan stabilitas yang luar biasa. ASUS menjawab tantangan tersebut melalui dua teknologi paten teranyar mereka:
- Kabel PCIe ROG Equalizer 12V-2×6: Kabel daya berpaten khusus ini dilaporkan mampu menurunkan suhu operasional secara signifikan saat menyalurkan daya. Kemampuan reduksi panas ini memastikan performa termal sistem tetap stabil dan berada jauh di bawah batas limit material kabel, yaitu 105°C.
- GPU-First Intelligent Voltage Stabilizer: Fitur pintar ini bertugas menjaga dan mempertahankan level voltase agar tetap konstan dan stabil, terutama saat komputer berada dalam skenario overclocking pada titik puncak tertinggi.
Layar OLED Portabel dan Adaptasi Dual-Voltage
Mengikuti tren modern, ROG Thor 3.000W Titanium III dibekali dengan layar OLED terintegrasi yang berfungsi untuk memantau beberapa metrik daya secara real-time. Menariknya, berkat dukungan USB extender, layar pemantau ini bersifat portabel alias posisinya bisa dipindah-pindah ke berbagai sudut di dalam casing PC agar lebih mudah terlihat oleh pengguna.
Kemampuan Output Daya Berdasarkan Tegangan Wilayah:
[ Input AC 230V ] ----> Output Maksimal 3.000W (Penuh)
[ Input AC 115V ] ----> Output Maksimal 1.600W (Dibatasi)
Sistem kelistrikan PSU ini juga mengadopsi desain adaptif dua arah (dual-voltage adaptive design). Di wilayah yang menggunakan tegangan listrik jala-jala 230V, PSU ini sanggup menyemburkan daya penuh 3.000W. Sementara di wilayah dengan jala-jala listrik 115V, output maksimalnya akan dibatasi hingga 1.600W.
Garansi Panjang dan Sertifikasi Tertinggi
Sebagai produk kelas sultan, ASUS membekali power supply ini dengan jaminan masa garansi yang sangat panjang, yakni 10 tahun. Dari segi efisiensi, perangkat ini telah mengantongi sertifikasi tertinggi 80 Plus Titanium. Estetika visualnya juga dilengkapi dengan dukungan pencahayaan ARGB Aura Sync serta jejalan berbagai fitur proteksi keamanan sirkuit internal di dalamnya.
Meskipun ASUS belum membocorkan informasi resmi mengenai harga jualnya, bisa dipastikan banderol harganya akan jauh melompat tinggi di atas rata-rata PSU komersial biasa.
Langkah ASUS merilis seri ROG Thor 3.000W ini terbilang menarik. Pasalnya pada awal tahun 2025 lalu, mereka sebenarnya sudah sempat memperkenalkan PSU 3.000W yang diposisikan untuk kebutuhan server dan workstation. Namun, kemunculan model Titanium III di bawah bendera ROG kali ini mempertegas bahwa ASUS ingin mendefinisikan ulang batas kemampuan PC gaming kelas antusias—meski pada realitasnya, hampir mustahil ada gamer murni saat ini yang benar-benar membutuhkan daya masif untuk menjalankan empat buah RTX 5090 sekaligus.



