Kabar kurang sedap kembali menghampiri kalian yang sedang berencana merakit PC. AMD resmi mengerek harga pasokan memori GDDR6 yang dijual dalam satu paket (bundle) bersama chip GPU kepada para produsen kartu grafis mitra (AIB partners). Kebijakan ini dilaporkan sudah mulai berlaku sejak 1 Oktober 2026.
Karena AMD menjual chip GPU dan VRAM dalam satu paket wajib, kenaikan biaya modal ini dipastikan bakal langsung memicu efek domino pada harga jual ritel kartu grafis Radeon di toko-toko.
Dampak Langsung ke Seri Radeon
Penyesuaian harga ini menjawab teka-teki kenaikan patokan harga (MSRP) Radeon yang sempat bocor di pasar Tiongkok baru-baru ini:
- Radeon RX 9070: Mengalami lonjakan paling tajam, melonjak hingga setara $104 (sekitar Rp1,85 juta).
- Radeon RX 9060 XT 8 GB: Naik sekitar $45 (sekitar Rp800 ribu).
- Radeon RX 9070 XT: Masih aman dan tidak mengalami perubahan harga.
Ini menjadi gelombang kenaikan kesekian kalinya bagi AMD di tahun 2026. Sebelumnya pada bulan Juli, paket GPU Radeon sudah naik 10%, disusul kenaikan komponen pada September akibat membengkaknya biaya cetak silikon (wafer) di pabrik TSMC.

Berbeda dengan AMD, NVIDIA dilaporkan belum menaikkan harga pasokan memori GDDR7 untuk periode kuartal ini. NVIDIA diperkirakan bakal menahan harga pasokan memorinya hingga akhir tahun 2026.
Namun jangan senang dulu, sebab NVIDIA sudah lebih dulu mendongkrak harga paket GDDR6 dan GDDR7 pada Juli lalu. Bahkan di pasaran, lini flagship mereka seperti RTX 5090 harganya sudah terlanjur liar hingga 136% di atas MSRP akibat diborong industri AI.
Langkah AMD menaikkan harga memori GDDR6 makin mempertegas bahwa krisis pasokan komponen belum surut. Bagi kalian yang mengincar kartu grafis Radeon, ada baiknya segera mengamankan stok lama sebelum harga modal baru ini resmi diterapkan oleh distributor lokal!



